There are currently 2543 movies on our website

Cerita Sex: Tyas Montok

0
(High Quality)

Cerita Sex: Tyas Montok

 

Cerita Sex: Tyas Montok – “He bangun, nanti telat kamu!” Bima terbangun dari tidurnya, suara Ibunya itu membuatnya segera beranjak dari tempat tidurnya.
“iya bu… hmm”,
“Buruan mandi sana…” Bima segera pergi mandi.

Cerita Sex: Tyas Montok

Mandi dipagi itu pun Bima teringat kembali pengalamannya mandi bersama Tesa yg bohay nan menggairahkan itu.

Setelah mandi, Bima memakai seragamnya, lalu pergi sarapan, setelah itu berangkat sekolah. Anak SMP itu tdk bisa berhenti memikirkan Tesa, mahasiswi yg 2 hari ituu bercinta dengannya.

Disekolah pun saat pelajaran, Bima jadi sering melamun.

“Bim, jangan melamun aja ah, napa sih?”,
“eh..mm.. gak papa kok, hehe” Bima hari itu sudah ingin segera pulang, lalu pergi kekontrakan Tesa lagi, sungguh ia suka meluangkan waktunya bersama bidadari cantik itu.

Saat pulang sekolah, Bima sesampainya dirumah langsung berganti pakaian, dan pergi kekontrakan Tesa itu. Sampai
didepan kontrakan itu segera ia mengetuk pintu, tak lama seseorang keluar, ternyata itu Tyas, teman Tesa itu.

“Hei Bima… tumben”,
“Mbak Tyas, mm…mbak Tesa ada?” Tyas terlihat cukup heran karena Bima mencari Tesa,
“Tesa tadi keluar itu sama pacarnya, ada apa?”,
“oh, gitu ya? gak papa kok mbak”,
“biasanya pulang malem itu, besok deh coba kesini lagi Bim”,
“i…iya deh mbak, makasih ya…” Bima kemudian meninggalkan Tyas, anak SMP itu terlalu fokus memikirkan Tesa, padahal Tyas itu juga cantik dan tak kalah mempesona seperti Tesa.

Setelah itu Bima pulang, dan memilih tidur siang saja. Tyas tadi yg sempat heran masih menyimpan tanya, ia ingin memastikan apa yg sebenarnya terjadi antara Bima dan Tesa.

Tyas malam itu sedang menunggu Tesa, tak lama terdengar suara pintu kontrakannya itu dibuka, dan benar itu Tesa. Tesa segera masuk dan menemui Tyas dikamar itu.

“Huuff, pegelnyaa…”,
“Tes, tadi dicari si Bima”,
“hmm? haha, dasar anak itu…”, “kemarin itu kalian ngapain sih? pas aku telpon kayak ada yg aneh”,
“ya… gitu lah ma, itu tu…”,
“apaan?”, “pas kamu pulang kampung, dua hari itu Bima sering kesini… sempet ngeseks sama aku sih…” Tyas Tertawa mendengar perkataan Tesa itu.

“wkwkwk, yg bener Tes, Bima anak SMP itu?”,
“iya bener, ah, kamu ini Ma…”,
“gile deh, emang enak ya ngeseks sama anak SMP?”,
“Ya gimana lagi… kasian dia udah pengen banget kayaknya… kemarin juga asyik kok mainnya…” Tyas menggelengkan
kepalanya, sungguh ia heran.

“hmm… pacarmu kurang enak apa gesekannya? sampe main sama anak SMP?”,
“gak gitu Ma… beda aja rasanya…”,
“apa bedanya? kan sama aja…”,
“beda deh, Kalo sama pacarku… sakitnya lebih dari pada main sama anak SMP…”,
“sama aja kali… sama sama disodok, laki laki mah gak ada bedanya…” Tesa sedikit jengkel, dengan tersenyum ia menangkap buah dada Tyas itu, lalu dipencetnya dengan nakal.

“pokoknya beda… Bima pinter kok mainnya, kalo main buah dada punyamu mungkin beda… punyaku lebih gede kali, hahaha…”,
“iih, dasar lu Tes, mentang mentang banyak yg suka… ada yg main seneng seneng aja, haha” Tesa dan Tyas lalu tertawa bersama dalam canda.
“haha… tadi dia kamu bilangin apa Ma?”,
“aku suruh kesini besok aja”,
“besok kan aku ada kuliah dari siang sampe malem…”,

“eh iya, ya aku suruh mampir lusa aja nanti…”,
“jahat deh Tyas… kasian tau”,
“ya gimana lagi… namanya gak tau…”,
“sebagai gantinya… kamu yg temenin Bima aja besok, hahaha” Tyas tersenyum mendengar ucapan Tesa,
“iya deh, aku jadi pengen tau juga…”,

“asli deh seru, tapi pacarmu jangan sampai tau, entar bahaya”,
“iya ya lah… santai aja…”,
“pasti nanti Bima tau, enakan ngeseks sama aku, haha”,
“apaan sih Tes, liat aja besok deh…”,
“haha, ya udah, aku tidur dulu deh ma…”,
“huuw, gak ada cowok aja langsung tidur, ada cowok pengen main terus”,
“ssst, diem ah, hahaha” Tesa kemudian pergi tidur duluan.

Tyas kemudian memikirkan apa yg besok akan terjadi, ia cukup penasaran tentang apa yg Tesa katakan mengenai Bima.

Keesokan Harinya, Bima siang itu baru saja pulang dari sekolah, ia masih ragu, dan berfikir mungkin kesempatannya bercinta dengan Tesa sudah tdk ada lagi. Bima kali itu pulang kerumah, lalu segera berganti pakaian biasa. Kali itu ia pergi kekontrakan Tesa dan Tyas, setelah mengetuk pintu, kembali Tyas yg muncul.

“Halo Bima… hehe”,
“iya mbak Tyas, m…mbak Tesanya…”,
“mbak Tesa lagi kuliah Bim…”,
“ooh, gitu ya…” Tyas melihat raut kekecewaan Bima, Tyas sedikit kesal, Bima terlalu tertarik memikirkan Tesa, padahal dirinya itu juga cukup mempesona.

kali itu Tyas menggunakan tanktop putih dan celana jeans pendek, dan mahasiswi itu heran kenapa Bima tdk terlalu
memperhatikan hal itu.

“Kamu mau main leptop kah? itu leptopnya Tesa ditinggal kok…” Tyas menunduk sedikit, sambil menunjukan bagaimana ia juga semontok Tesa itu, Bima sedikit mulai tertarik.
“mm… gimana ya mbk? aku…”,
“udah, ayo deh masuk…” Tyas langsung menangkap tangan Kanan Bima, lalu diajaknya masuk kerumah. Bima kemudian dibawa kekamar, dan memang leptop Tesa sudah disiapkan.

“itu Bim, udah aku nyalain juga…”,
“mm…iya deh mbak, boleh kan aku main game?”,
“boleh boleh, main yg lain juga boleh, hehe…” Bima jadi mulai berfikir, Tyas sepertinya tak jauh berbeda dengan Tesa, menarik dan cantik.

Kali itu Tyas sudah duduk disebelah Bima diatas kasur itu, kasur yg pernah Bima dan Tesa gunakan untuk bersetubuh. Bima mulai membuka game dalam leptop itu, memainkannya seperti biasa. Namun yg Bima heran, Tyas begitu sibuk memandanginya bermain, tak seperti Tesa.

“Wah, pinter banget mainnya Bim”,
“iya mbak, udah biasa sih”,
“aku juga pinter loh main game itu, sini deh, aku coba” Tyas lalu langsung menyerobot, mendekati leptop itu tanpa ijin pada Bima, dan sontak Tyas yg mendekati leptop itu, tubuhnya berinteraksi dengan Bima, buah dadanya yg kenyal itu kini terdiam diatas celana Bima, yg membuat anak SMP itu jadi bingung sendiri.

Tyas sudah sibuk bermain, tak menghiraukan Bima yg bingung itu.

“Tuh kan Bim… aku pinter mainnya..”,
“i..iya mbak Tyas…” Bima menunggu Tyas bermain, sambil sedikit bergerak, dan buah dada Tyas yg kenyal itu menggesek celananya, membuatnya makin bingung. Tyas tersenyum nakal tanpa ketahuan oleh Bima.

Setelah menyelesaikan satu kali main, Tyas terlihat begitu senang,

“yee, huuh, lihat Bim, skorku paling tinggi..” Tyas langsung mendekati Bima dan menempelkan buah dadanya itu dibahu anak SMP itu,
“eh..mm… iya mbak, wah hebat…”,
“Hehe, Tyas gitu… kalau Tesa mainnya gimana?”,
“mm.. kalau mbak Tesa, main gamenya sedikit asal asalan sih…”,
“emang tuh, huuw, bentar ya Bim… aku ambil yg seger seger…” Tyas meninggalkan Bima, yg tampak mulai menghela nafasnya, karena heran dengan ulah Tyas itu.

Bima sudah selesai bermain game, ia sudah merasa bosan, tak lama Tyas datang menemuinya, sambil membawa sepiring anggur,

“Bima, ini ada anggur, mau gak?” Tyas dengan senyum manisnya itu menawarkan anggur pada Bima, Bima jadi berfikir, Tyas ini cukup perhatian juga.
“mm…boleh deh mbak” Bima mengambil beberapa anggur dan memakannya, dan ternyata sangat nikmat dan manis rasanya. “gimana Bim?”,
“mm…enak banget mbak, manis deh…”,
“hehe, lagi dong” Bima mengambil anggur lagi, ia kini menyantap anggur itu bersama Tyas.
“mm… manisnya…”,
“Bim, buka mulut kamu dong…”

Tyas mengarahkan sebutir anggur pada Bima, dengan sedikit malu Bima membuka mulutnya, lalu Tyas memasukkan anggur itu kemulut Bima.

“mm…hehe…” Bima hatinya gembira, Tyas itu juga sangat menarik juga ternyata,
“Lagi lagi Bim..aaa”, “aaaa…mmf!” kali ini bukan anggur yg Bima dapat, tapi Tyas ternyata langsung menyambar mulut Bima dengan ciumannya, mahasiswi itu ingin segera merasakan bagaimana bermain bersama Bima.
“mm…cup…mm… amf…manis deh ciuman kita Bim…mm” Bima benar benar heran, ciumannya bersama Tyas sangat nikmat, mungkin karena tadi makan anggur, ciuman mahasiswi berambut sedikit pendek itu sungguh sangat nikmat, Bima mulai membalas ciuman Tyas, dan mulai mereka saling beradu cumbu.

Tyas merapatkan tubuhnya pada Bima, kini Bima harus merebahkan tubuhnya, dan Tyas dengan Liar mencumbunya dari atas.

“mm…cup..mm…aahm…mm… bener kata Tesa Bim”,
“mm…ahl…mm…apa katanya mbak?”, “kamu..mm… pinter main beginian..cup..mm” Bima sangat senang mendengar pujian itu, terutama itu dari Tesa dan disampaikan oleh Tyas, Bima jadi bersemangat, lidahnya kini dengan hebat membalas cumbuan Tyas, membuat Tyas cukup senang.

Tyas dan Bima terus bercumbu, saat mahasiswi itu sadar ada benda tumpul berdenyut disekitar selangkangannya, dan anak SMP seperti Bima tau buah dada milik Tyas itu begitu asyik menggesek dadanya. Beberapa menit itu mereka bercumbu dengan asyiknya.
“mm…cup..aah..hehe…udah Bim… sekarang kamu diem dong…” Bima menurut, ia memilih diam.

Tyas kemudian melepas baju yg dipakai Bima, lalu mahasiswi cantik itu mulai menciumi leher, dada, dan juga perut Bima. Bima merasa geli, dan juga penasaran, baru kali ini ia merasakan sensasi diciumi tubuhnya oleh perempuan.

“mm…cup..mm…”, “hmmf… mbak Tyas… mm… sebenernya…”,
“cup… udah Bim… aku tau… aku pengen main juga kok sama kamu..mmm… wah ini udah tegak berdiri punya kamu”

Tyas ternyata sudah membuka celana Bima, dan kini mengocok k0ntol milik anak SMP itu. tangannya dengan asyik bergerak naik turun, memberi sensasi nikmat yg suda ingin Bima rasakan lagi itu.

“oooh, mmf… asyik mbak.. wow”,
“hehe, kemarin sama Tesa gini juga kah?”,
“iya, tapi…ouh” Bima tak kuasa menahan kenikmatan, saat Tyas tiba tiba sudah mulai mengulum k0ntolnya, dengan cepat mahasiswi itu mulutnya sibuk menikmati k0ntol remaja itu.
“mmf..mm…sluurp..mmm…”,
“iya mbak gitu… ooh… uuh” Tyas mendengar ucapan Bima itu jadi makin ganas, mulutnya itu malah digerak kan makin cepat, k0ntol tegak Bima itu tak kuasa menahan kehebatan Tyas, Bima benar benar takjub, sungguh hebat Tyas itu.

Beberapa saat kemudian Bima sudah tak tahan, crooot croot, k0ntolnya menyemburkan sperma mengisi penuh mulut Tyas.

“uuufgh..mmg… uufl….huuueh ..uhuk uhuk” Tak seperti Tesa, Tyas memilih memuntahkan Sperma Bima keluar.

Bima merasa lega, tak kuasa ia mengingat rasa nikmat yg dibuat oleh kuluman cepat mulut Tyas itu.

“ooh, huh, maaf mbak Tyas…”,
“uhuk….hmmf… gak papa kok Bim, sekarang… kamu…nbukain pakaianku dong Bim…hehe” Tyas dengan centilnya merayu Bima agar membuka pakaiannya, segera Saja Bima beranjak dari kasur, mendekati Tyas yg sudah siap itu.

Bima lalu dari belakang Tyas segera mengangkat tanktop mahasiswi itu perlahan, lalu terlihat lah BHnya yg tampak cukup besar juga.

Setelah itu BH itu dilepas, dan buah dada sintal milik Tyas kini terlihat jelas dimata Bima.

“wah, buah dadanya mbak Tyas… besar juga ya…”,
“hehe, sama punya Tesa gedean mana Bim?”, Bima sempat bingung, namun ia memilih memastikan Tyas tdk kecewa, “gedean… punya mbak Tyas deh”,
“hehe…makasih Bima…cup” Tyas mencium Bima yg kini sudah sibuk mengelus buah dada montoknya, anak SMP itu terlihat begitu menikmati.

Buah dada montok itu kini mulai diremas remas dengan nakalnya. Bima tak mau membandingkan antara Tyas dan Tesa lagi, mereka berdua sama sama bisa ia nikmati, itu sudah cukup membuatnya bahagia.

“m…mbak Tyas… udah punya pacar juga ya?”,
“iya Bim, kenapa?”,
“gak papa… keliatan… berpengalaman deh”,
“iya dong, hiih jadi gemes deh kamu puji puji Bim…aaahn” Tyas jadi mendesah, kini Bima dari belakang Tyas itu sudah asyik menggoyang dan meremas buah dada montok si Tyas itu, wangi tubuh Tyas cukup berbeda dengan Tesa, tapi sama sama menggairahkan.

Bima lalu berpindah kesamping, lalu tanpa ragu mulai menciumi buah dada Tyas itu.

“cup..mm…hmm…kenyalnya..mm…” Tyas jadi terangsang, mahasiswi itu juga heran, entah kenapa anak SMP seperti Bima bisa sehebat ini.
“aaahn…hmmf… hebat kamu Bim…ouh” Bima menirukan Tyas tadi, anak SMP itu kini menciumi Leher, buah dada, dan perut mulus Tyas itu, sambil mulai membuka celana jeans pendek yg dipakai perempuan itu.

Setelah diturunkan, terlihatlah celana dalam Tyas, terlihat sudah basah, Bima tersenyum, dan ingin segera mencicip vagina perempuan lain selain Tesa. Celana dalam itu dilepas juga. Dan Kini Tyas sudah telanjang bulat. Bima kemudian ikut melepas semua pakaiannya itu.

Tyas kali itu sudah merebahkan tubuhnya dikasur, dan Bima bersiap didepan selangkangan mahasiswi cantik itu.

“Aahn… ayo Bim… puasin aku ya…”,
“siap mbak Tyas…hmmf”

Bima sudah melesat dan mulai menciumi selangkangan Tyas, bulu bulu halus diatas vagina milik Tyas itu diciuminya, wangi khasnya membuat Bima makin semangat.

“oouh…hmm… ayo Bim… jilat memekku dong…aaahn” Bima sudah menurunkan kepalanya, dan kini sudah asyik menciumi bibir vagina Tyas.
“mm…m…slruup..mm” tanpa menunggu lama, Bima dengan cepat sudah menjulurkan lidahnya, menikmati basahnya vagina Tyas itu, cairan didalamnya sudah mulai ia nikmati, sungguh ia sangat senang.
“Aahn..aahn..Bim…ouuh…ssh.. mmf” Tyas kini tau memang berbeda cara Bima memanjakan vaginanya itu.

Bima mengangkat kedua paha milik Tyas, dan kini ia bisa lebih leluasa beraksi, lidahnya dengan liar berputar dan menjilati dinding vagina mahasiswi itu,

“mmh…hmn…ohmm…slruup..mm… sedap mbak..mm”, “ah..ah..ooh… pinter banget sih Bim…hhoouh”

Beberapa saat kemudian, Bima sudah puas, ia beranjak, dan kini menyiapkan batang k0ntolnya. K0ntolnya mulai disiapkan didepan vagina milik Tyas itu.

“mbak Tyas, siap ya…”,
“iya Bim… puasin aku…hegh aaahn!” Bima langsung menancapkan pedangnya, dan kini merasakan senasi nikmatnya lubang vagina milik Tyas itu.

Bima merasakan k0ntolnya dihapit dan dipijit oleh dinding vagina milik Tyas itu, Bima merasa lubang itu cukup rapat, sungguh nikmat rasanya.

“ooh..hmm… luar biasa…uuh” Bima memegang kedua paha Tyas dan menahannya, lalu dengan ancang ancang yg tepat, Bima mulai menggerakkan k0ntolnya maju mundur, menusuk nusuk vagina nikmat milik Tyas.
“kyah..ouh…aahn…Bima…ouh…aahn” Tyas merasakan bagaimana nikmatnya tusukan k0ntol Bima, sensasinya sangat berbeda dengan saat bercinta dengan pacarnya, kali ini rasa sakit tdk begitu membuatnya takut untuk disetubuhi.

Bima bergerak maju mundur, k0ntolnya kini keluar masuk lubang kenikmatan itu dengan asyiknya.

“Bima…ouh…aahn…cepetin dong ganteng…hhhngh”,
“ooh, siap mbak, pasti nikmat nih…oooh” Bima mulai mempercepat gesekannya, sesuai permintaan Tyas, k0ntolnya itu mulai keluar masuk dengan lincah, sensasi nikmat yg ia rasakan mulai berlipat ganda, k0ntolnya tak henti diselimuti dinding hangat nan nikmat dalam lubang vagina Tyas itu.

Kini suara desahan Tyas diiringi suara tabrakan k0ntol Bima itu. Bima sedikit merunduk, agar gesekannya makin mantap, dan ia juga bisa melihat wajah cantik Tyas yg memerah itu.

“hhhnnh… oh..ah …mmf… ssh..ah …aaahn… Bima… oooh”,
“ooh, mbak Tyas…uuh”

Sambil saling pandang, Bima dan Tyas menikmati sensasi persetubuhan mereka itu. Menit demi menit, mereka asyik bercinta tanpa memikirkan yg lainnya.

Bima sungguh sangat senang, meski tak ia duga, kini ia sudah asyik menyetubuhi seorang perempuan cantik, senikmat tubuh Tesa juga.

“ooh, Bima…aaahn” Bima tiba tiba merasa cairan melesat dari lubang vagina Tyas, cairan kewanitaan milik Tyas itu menyembur keluar.

Bima jadi sangat senang, ia mempercepat tusukannya dua kali lipat, k0ntolnya maju mundur tanpa henti membuat tubuh Tyas bergetar.

“aah..aah..aah…hnnnh…aaahn”, Bima kemudian merasakan sepertinya ia sudah tdk kuat, ia tarik k0ntolnya keluar dari lubang nikmat itu, lalu k0ntolnya ditempelkan dibawah perut Tyas,

Crooot croot crooot, Spermanya menyembur membasahi tubuh Tyas itu.

“hoooh..ooh…hmm…. Bima, banyak banget sperma kamu.. wow”,
“ooh, iya mbak. huuft… hmm… makasih mbak Tyas…”,
“uuh.. haha, sopan banget Bim, pake makasih..hehe”,
“hihi, ya… udah biasa gitu mbak…huuh” Bima dan Tyas sempat terdiam karena puas setelah bersetubuh.
“Bim, jam berapa tuh?”,

“itu… jam 4 sih mbak”,
“ooh, hehe, hnnh, mandi yuk Bim, nanti keburu si Tesa dateng”,
“loh, gak papa mbak, kita nunggu…”,
“ssst… hari ini kamu untuk aku aja yaach, oke?”,
“mm…terserah mbak Tyas deh”,

“hehe, yuk Bim, temenin aku mandi dong”,
“hehe, iya mbak siap…” Bima kemudian diajak mandi bersama oleh Tyas.
“mbak, aku dulu juga main disini sama mbak Tesa…”,
“heh, waah, gitu ya? kalau gitu… diulang gak papa kan? main sama aku…”,
“b…boleh mbak, hehe” Dan dengan gembira Bima kini bersetubuh lagi dikamar mandi itu.

Anak SMp itu sungguh gembira, hari harinya bisa diisi dengan menikmati tubuh mulus nan montok milik para bidadari dikontrakan itu. Bima percaya, memang ia sangat beruntung, memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bersetubuh dengan mahasiswi secantik Tyas itu.

481 views
FILM DETAILS Added 7 months ago
Cerita Sex: Tyas Montok

Cerita Sex: Tyas Montok   Cerita Sex: Tyas Montok – “He bangun, nanti telat kamu!” Bima terbangun dari tidurnya, suara Ibunya itu membuatnya segera beranjak dari tempat tidurnya. “iya bu… hmm”, “Buruan mandi sana…” Bima segera pergi mandi. Mandi dipagi itu pun Bima teringat kembali pengalamannya mandi bersama Tesa yg bohay nan menggairahkan itu. Setelah […]

Genre: Cerita Dewasa

Etiketler: , , , ,

COMMENTS


You need to be logged in to post a comment.

StudioBokep.com : Film Bokep Online, Film Semi, Cerita Sex Dewasa

Nonton Film Bokep Telanjang, Bioskop Gratis Semi

Nonton Movies Bioskop Online Semi Hot Bokep