There are currently 2681 movies on our website

Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon

0
(High Quality)

Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon

Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon – Cerita sex terbaru ini adalah cerita nyata yg memang menghiasi kisah petualangan saya. Saya adalah seorang mahasiswa yg berada di kota industri di daerah Jawa paling barat, di Cilegon. Kota yg sangat panas dimana harga-harga kebutuhan sangat tinggi. Hari-hariku aku lalui dengan segala aktifitas yg membuat konyol diriku sendiri. Pagi sampai siang kuliah, sore nongkrong, malam keluyuran ke tempat-tempat keramaian. Kalau tdk jalan-jalan ke Ramayana paling-paling main bilyard ke xxx (edited) atau ke LM.

Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon

Aku sering maain bilyard ke xxx (edited), tetapi kalau tdk paling-paling hanya nongkrong lihat orang-orang pada main bilyard. Hingga sampai aku kenal seorang waitress bernama Mona ( nama samaran) orangnya berbadan montok dengan ukuran buahdada 36B. Aku memang orangnya tdk begitu memperhatikan gerak-gerik seseorang, sebab aku orangnya kaku terhadap orang-orang yg belum aku kenal.

Waitress ini bikin tingkah hingga memang aku terpancing olehnya, lirikan-lirikan matanya membuat jantungku berdebar dengan cara dia duduk yg sengaja memperlihatkan bongkahan paha mulusnya. Aku mencoba santai dengan duduk relaks sambil menikmati rokok putihku di bangku kayu di tengah arena tersebut.

Ketika dia sedang istirahat (tamunya disuruh menghitung skor sendiri), dia menuju ke arahku lalu duduk di sebelahku yg memang bangkunya sempit. Sambil tersenyum aku sapa dia,

“Lho kok tdk ngitung skor Mbak? entar tamunya marah lho..” sapaku.
“Ah.. biarin Mas, aku khan juga butuh istirahat, capek Mas seharian tdk tidur..” jawabnya.
“lho kok tdk tidur kenapa? Kelahi sama Mas-nya yaa..?” pancingku, untuk mengetahui seluk beluk dan latar belakangnya.
“Iya Mas..” jawab dia.

Ternyata dia sudah berkeluarga dengan beberapa anak, tetapi keluarganya kurang harmonis, sering uring-uringan. Hingga dia jenuh untuk berada di rumah. Wah, kalau ini mudah (bisikku dalam hati untuk bisa menggaetnya), aku coba mengorek tentang keluarganya yg memang berantakan. Si cowok menganggap dia terlalu dingin dan si cewek berontak karena sering dilecehkan.

Aku merasa sebagai pahlawan kesiangan, datang dengan muka pahlawan untuk membangun keruntuhan hati seorang wanita yg memang butuh seseorang untuk melampiaskan. Tapi aku tdk mau peduli, aku lakukan sesuai dengan hati nuraniku yg memang sejak pertama sudah menaruh hati pada kemolekan tubuhnya. Aku buru-buru pamit padanya, hal ini sengaja aku lakukan untuk menambah penasarannya padaku.

Keesokan harinya aku datang lagi sepulang kuliah, lagi-lagi dia menyambutku dengan senyum manisnya. Lalu kami berbincang lagi, aku coba pancing dia untuk ke hal yg lebih jorok, sedikit menyindir tentang kehidupan sex-nya. Bola mataku sesekali melirik ke arah payudaranya yg menggantung dan merangsang untuk disentuh, pikiranku sudah tdk karuan untuk bisa berpikir jernih.

Rupanya dia juga mengerti akan gerakan bola mataku yg selalu memandang ke arah dadanya, tapi dia bukannya menutupi tapi malah seperti selalu menggoyg-goygkan payudaranya yg terbungkus dengan pakaian ketatnya, sambil sesekali menjatuhkan spidolnya lalu membungkuk untuk mengambilnya. Hal itu tentu saja memberikan lampu hijau kepadaku untuk bersemangat mengencaninya.

Malam makin larut dan hasrat telah terkumpul memenuhi otak kotorku. Aku banyak ngobrol dengannya perihal kehidupan sex-nya, ternyata dia tdk sedikitpun mendapat kepuasan dari suaminya, baginya melayani suaminya adalah melayani sebuah mesin sex saja, tanpa foreplay langsung tancap.

“Pulang jam berapa nanti..?” tanyaku.
“Jam satu, kenapa kok Mas tanya kayak gitu..? Mau ngajak saya jalan-jalan malam..?” jawabnya.
“Tdk ah.. entar ketahuan suami kamu, entar berantem lagi..”
“Aahh.. santai aja Mas, entar aku bilang ke temanku kalau aku tidur di kantor.”
“Bener.. tdk nyesel nanti kalau ketahuan suami..”
“Tdk..” jawabnya yakin.

Bubaran bilyard kami jalan-jalan ke pelabuhan, sebab teman-teman suaminya jarang yg ada di sana, kami berjalan ke dermaga di malam hari, begitu indah hamparan lampu besi-besi industri yg terpampang di bibir dermaga tersebut. Malam tambah dingin dan aku mencoba untuk menjahilinya. Aku peluk dari belakang tubuh yg montok tersebut sambil aku sandarkan ke besi pembatas dermaga.

Hmm.. halus benar tubuhnya, aku coba meraba bagian dadanya yg terus ditutupi dengan tangannya. Dia menepis tanganku dengan alasan bisa dilihat oleh orang lain. Tapi aku tahu kalau itu adalah alasan dia supaya tanganku tdk gerilya terlalu jauh.

“Wah masih punya kepribadian dia rupanya,” bisikku.

Gagal di depan, aku mencoba untuk mengerjai bagian belakangnya. Aku elus perlahan bongkahan pantatnya yg masih kencang walau sudah mempunyai anak tersebut. Setengah berbisik aku berkata,

“Hhmm.. pantat kamu sunguh indah sayang..” dia hanya tersenyum kepadaku, aku teruskan bergerilya ke bagian bawahnya, aku elus pahanya yg memang sangat mulus sambil aku singkap roknya.

Aku telusuri paha dan pantatnya, indah kencang dan sangat halus tonjolan pantatnya.

Lama aku geraygi pantatnya, sampai aku iseng untuk menelusuri sela-sela pantatnya, basah dan keras klitorisnya.

“Aahh.. Ssshh.. aahh..” desahnya pelan, sambil dia mengoyg-goygkan pantatnya.

Aku puntir-puntir klitorisnya dengan jariku yg sudah terasa sangat basah oleh cairan memeknya. Tiba-tiba dia membalikkan badannya, menatapku dengan memelas seperti menahan sesuatu yg akan keluar.

“Kita cari hotel yuuk..!” pintanya.
“Boleh..” jawabku.

Kami melenggang dari tempat tersebut dan menuju ke sebuah hotel yg terdekat sambil dia genggam erat tanganku seolah tdk ingin melepaskanku.

Kami masuk ke sebuah hotel di pinggir pelabuhan tersebut, tdk begitu mewah karena memang itulah hotel terdekat di situ. Setelah memesan kamar dan membayar sewa kamar, kami langsung menuju kamar. Kami hempaskan tubuh kami berdua ke kasur busa di kamar tersebut.

Dia mulai bergerak mendekatiku lalu tangannya mengusap permukaan dadaku, perlahan tangannya menyusup ke dalam t-shirtku, mengusap sambil membukanya. T-shirtku pun terbuka, dengan ganas dia mulai menyerangku. Dia kecupi dadaku sambil dipeganginya kedua tanganku, seolah-olah aku sedang diperkosa olehnya. Dan yg paling parah dia telah menemukan dua titik kelemahanku, dia hisap putingku sambil di gigit-gigit kecil. Hal itu membuatku mengerang kenikmatan. cerita sex

“Aahh.. oohh.. terus Mona.. terus..” pintaku.
“Aaahh.. nikmat Mona.. aahh.. sshh.. aahh..”
“Yaahh.. gigit terus.. Mona.. lebih keras lagi.. aahh..”

Memang bagian tersebut adalah bagian paling sensitif bagiku. Aku akan menggila dengan tersentuhnya bagian tersebut oleh lidah. Sambil terus menggigit dia lepaskan celana jeans-ku. Aku pun bugil, tanpa selembar benang pun menutupi tubuhku. Terus ke bawah gerakan Mona seiring dengan terlepasnya celanaku. Sampai pada batang kejantananku dia berhenti, dia pegangi batang itu, dia kocok perlahan.

Lalu dia mulai menjilatinya dengan buas. Bisa dimaklumi sebab dia memang sudah lama tdk mendapatkan semprotan sperma dari lelaki. Dikulumnya batanganku sambil di kocok-kocok, aah gila benar orang ini. Padahal aku belum membuka satupun pakaian dia, aku malah sudah dipreteli.

Sambil batanganku diemutnya, aku menggeraygi payudaranya yg indah menggantung. Aku buka pakaian, BH dan rok ketatnya. Sekarang dia cuman memakai celana dalam saja. Pandangan itulah yg aku suka dari para wanita, telanjang dada dengan payudara yg menggantung dan hanya menggenakan celana dalam saja. Pasrah dan terpejam. Seolah-olah dia sudah pasrah untuk dibawa ke puncak kenikmatan.

Dengan posisi menungging sambil dia mengemut batanganku, aku kangkangkan kakinya melewati kepalaku hingga kini kami dalam posisi 69. Aku jilati melingkar liang kemaluannya yg sudah basah oleh cairan nafsunya. Lalu dengan lembut aku jilat klitorisnya yg berwarna merah muda itu. Aku sentil-sentilkan pada ujung lidahku dengan cepat.

“Aaahh.. aahh.. nikmat Didit.. terus.. aahh..” rintihnya.
“Oohh.. kamu apakan memekku Didit.. ooh.. nikmat sekali..”
“Terus.. Didit.. yaa.. terus begitu.. aah..” erangnya.

Aku balik posisi, sekarang dia ada di bawah, aku kini dengan leluasa ada di atas, menikmati kemolekan tubuhnya, perlahan aku dekati payudaranya yg indah membelah. Aku cium bibirnya dan lama kami berpagut sambil tanganku terus menggeraygi payudaranya yg berukuran sekitar 36B itu. Indah dan bergoyg-goyg oleh gerakan tanganku. Aku mulai turun ke bagian leher, tengkuk dan telinga sambil terus aku menjelajahi setiap detail kulit di dadanya.

Aku hisap putingnya yg berwarna coklat tua dan sudah mengeras itu, sambil aku tinggalkan banyak tanda merah bekas kecupanku untuknya. Semakin ke bawah dia semakin menggelinjang kenikmatan, sampai aku di sebuah gundukan yg tanpa bulu, mulus dan menggairahkan.

Aku buka lebar pahanya, hingga kini tampaklah sebuah belahan daging berwarna merah muda yg mengkilat-kilat karena basah. Aku kecup paha bagian bawahnya, terus ke arah memeknnya. Aku jilati pinggir memeknnya dengan arah melingkar sambil aku sentuhkan ujung lidahku sedikit-sedikit.

“Ooohh.. Didit.. cepat jilat memekku.. ceeppaatt..! Aku.. sudah.. tdk kuatt.. Jilat memekku Diditt..” pintanya.

Aku buka belahan daging itu, hingga tersingkaplah bibir memeknnya dengan gumpalan daging merahnya, disertai dengan klitorisnya yg sudah keras. Aku jilat klitorisnya dengan lembut hingga agak lama aku mulai memanas, aku jilat dengan garang memeknya, tdk peduli akan rintihan kenikmatan dia, aku mencium, menggigit, menjilat sesuai dengan gerakan hatiku.

“Aaahh.. ahh.. nikmatt.. aahh.. terus Didiiitttt..! Yaahh.. sshh.. aahh.. mmhh.. terus Didittt.. aakkuu.. aakuu.. mauu.. aah.. aahh.. aahh.. aku keluar Didit.. aku keluarr.. aahh..”

Ternyata dia mengalami puncaknya yg pertama, dia terkulai lemas dengan nafas yg masih memburu. Kemaluannya basah dan berkilat oleh semprotan air maninya. Aku naik ke tubuhnya menuntun batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya yg basah bercampur dengan air maninya. Aku masukkan perlahan-lahan batang kemaluanku.

“Blleess..”
“Aaahh..” rintihnya.

Sebuah pemandangan yg sangat menyenangkan memandang batang kemaluanku memasuki liang memeknya. Perlahan tapi pasti aku masukkan batang kemaluanku, Mona hanya memejam ketika aku memasukkan batang tersebut, sambil memegangi payudaranya dan memilin putingnya dia terpejam seolah sangat menikmati liang memeknya yg sesak oleh batang zakar ini.

Perlahan aku goyg pantatku, oh nikmat sekali bersetubuh denganmu, bisikku dalam hati.

“Pllekk.. pleekk.. ppleekk.. ccleepp.. cleepp.. cleep.. clepp..”

Suara buah zakarku menghantam anusnya.

“Ooohh.. Didiiittt.. niikkmat seekali.. punnyamu.. Oohh.. yaa.. goyg terus sayanngg..” rintihnya.

Lama aku menggoyg pantatku sambil mendengar ocehan dari mulut manisnya itu. Dan aku pun menikmatinya, aku suka memandang kemaluannya yg gundul tanpa bulu yg menghalangi pemandangan indah ini. Bosan dengan gaya tersebut, aku mencopot batang kemaluanku dari memeknnya, “Ploop..” Aku menunggingkan dia dengan posisi kepala di bawah pantatnya, hingga pantatnya kelihatan sangat menungging dan bukit kemaluannya menggumpal. Aku jilati kemaluannya dari belakang sambil aku menyodok-nyodok liang kemaluannya dengan jariku.

Aku masukkan lagi batang kemaluanku ke liang kemaluannya,

“Ccllepp.. cllepp.. clleepp.. cleepp.. blepp.. blepp.. plook.. plok.. clepp..” suara memek dan k0ntol saling berpadu dengan anusnya.

Terus kugenjot memeknya sambil terus meremas payudaranya yg sangat indah menggantung, sampai aku rasakan sesuatu yg akan keluar dari dalam lubang batang kemaluanku.

“Clekk.. clekk.. clekk..”
“Aaachh.. aachh.. sshh.. aahh..”
“Nikmat.. sekali.. Monai.. aahh..” rintihku.
“Iyaa.. k0ntolmu itu nakal sekali.. aah.. terus Diidittt.. aku mauu.. aahh.. aku.. mau.. keeluuaarr.. Diidiitt.. aahh.. terruuss.. aahh.. aahh.. akuu keluarr.. Diddiittt.. aahh.. ahh.. aah.. sshh.. aahh.. sshh.. aahh.. oohh.. nikmat.. sekali..”

“Sabar Mona aku juga mau keluar nich..” sambil terus kugenjot liang kemaluannya.
“Clepp.. clepp.. pleekk.. plekk.. pleek..” suaranya.
“Aaahh.. Mooonnaaaa.. aahh.. akuu.. maauu..”

Segera dia mencopot batang kemaluanku, lalu dengan cepat dia mengocok batang kemaluanku yg sudah akan meledak itu, berwarna merah siap meledakkan sperma. Sambil mengocok Mona menjilat ujung kemaluanku.

“Aachh.. terus Mona.. aahh.. sshh.. aahh..”
“Teeruus.. aachh..” sambil kuremas payudaranya aku melengking tertahan.
“Aaachh.. aachh.. aachh..”
“Crreett.. crreett.. crreett.. creett.. seerr.. sserr..”

Banyak sekali spermaku yg tertumpah di mulut dan dadanya, berkilat-kilat diterpa sinar lampu tidur kamar, dia ratakan sperma di dadanya dengan tangannya, sementara aku terkulai lemas di pahanya. Di sisa-sisa sperma di mulutnya di dekatkan di mulutku dan kami berpagutan, sehingga aku pun bisa merasakan spermaku sendiri.

Dengan tersenyum dia berucap,

“Kamu liar sekali, seperti kerbau jantan, liar dan mengendus..” Sambil meninggalkan aku ke kamar mDidit.

Aku pun hanya tersenyum mendengar itu, ah sudah banyak wanita ngomong itu padaku, bisikku dalam hati. Sambil bangkit menyusul dia untuk mengulangi ronde kedua.

Kami nikmati semalaman untuk berbagi peluh dengan diperbudak nafsu dan kenikmatan dengannya. Esok harinya kami bangun kesiangan aku pun malas untuk pergi ke kampus dan dia kerja shift malam, jadi kami punya seharian penuh berbugil ria tanpa selembar benang pun menutupi aurat kami.

698
FILM DETAILS Added 10 months ago
Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon

Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon Cerita Sex Nyata: Kenangan Di Kota Cilegon – Cerita sex terbaru ini adalah cerita nyata yg memang menghiasi kisah petualangan saya. Saya adalah seorang mahasiswa yg berada di kota industri di daerah Jawa paling barat, di Cilegon. Kota yg sangat panas dimana harga-harga kebutuhan sangat tinggi. Hari-hariku aku […]

Genre: Cerita Dewasa

Etiketler: , , , ,

COMMENTS


You need to be logged in to post a comment.

StudioBokep.com : Film Bokep Online, Film Semi, Cerita Sex Dewasa

Nonton Film Bokep Telanjang, Bioskop Gratis Semi

Nonton Movies Bioskop Online Semi Hot Bokep

Close
TEXAS AFAtogel
Close
Agen Togel Agen Casino